Mungkin sering terdengar di telinga tentang guru yang menggunakan kata-kata kasar untuk memotivasi siswanya. Apakah hal ini dibenarkan? Menurut saya, hal ini tak seharusnya dilakukan melihat perkembangan mental siswa yang masih tergolong labil. Jika hal seperti itu dilakukan maka yang timbul bukanlah motivasi melainkan rasa takut dalam melakukan sesuatu. Contoh saja, jika guru berkata "Kalian ini bodoh atau apa sih? Ngerjain soal semudah itu aja gak becus!". Apa yang akan seorang siswa pikirkan? Seorang siswa akan takut mengerjakan soal yang diberikan tersebut. Seharusnya jika seorang siswa mengalami kesalahan dalam mengerjakan tugas, tugas seorang guru adalah menjelaskan kembali agar lebih dipahami, tak hanya itu, seorang guru juga perlu memberikan arahan yang baik dengan kalimat yang baik pula.
Seorang guru juga harus memiliki tingkat konsisten yang tinggi. Dalam arti, apa yang telah diucapkan tak boleh diingkari. Contohnya, jika seorang guru berkata "Gak apa kalian kerjakan dulu sebisa kalian, bagus atau buruk hasil yang kalian peroleh, saya akan hargai itu.". Mungkin dengan kalimat seperti itu membuat siswa lebih memiliki motivasi untuk mengerjakan suatau tugas. Tapi karena guru tersebut tidak konsisten, ketika siswa tersebut menunjukkan hasil yang dia dapat kepada sang guru, guru itu akan berkata "Apa-apa'an ini, jelek, kamu mau saya kasih nilai 2?" Nah, hal ini yang akan membuat mental seorang siswa menjadi down.
Seorang guru harus mau mengakui kesalahannya. Jika siswa mengatakan bahwa guru tersebut salah dalam mengajarkan sesuatu, guru tersebut harus mau memperbaiki kesalahannya atau setidaknya mengoreksi kesalahannya bukan malah mengerluarkan emosinya. Ada satu contoh, ketika seorang guru berkata "kerjakan tugas itu sesuai tutorial." Maka siswa tersebut akan mengerjakan sesuai perintah sang guru. Tapi ketika siswa tersebut menunjukkan hasil karyanya dan sang guru berkata "salah ini, tidak sesuai tutorial!" Hal ini biasanya akan membuat mental siswa menjadi down, terkadang tak hanya down, tapi membuat siswa melakukan perlawanan, baisanya siswa akan berkata "Loh pak/bu, ini yang saya kerjakan kan sudah sesuai tutorial, yang lain juga seperti itu" , kemudian apabila si guru menjawab dengan nada tinggi seperti "Yaudah, terserah kamu kalau kamu gak mau memperbaiki, kalau gak mau dapat nilai, yaudah sana kembali, saya gak butuh nilai kok!" Dooooorrr, hal ini yang paling membuat siswa down, kalimat seperti itu tak seharusnya keluar dari bibir seorang berpendidikan seorang guru.
yahh, mungkin cukup itu dulu lah, see u guys ... :D
super sekaliiii
BalasHapuspak mario teguh ... :P
Hapus