a little piece from me
sometime it's better to break the rules even everybody says that the one who break the rules is a scum but the one who abandon their friend 'cause the rules is worse than a scum
"orang yang melanggar peraturan disebut sampah tapi orang yang mengabaikan temannya lebih rendah dari sampah"
-obito uchiha-
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 September 2013
Seorang Murid dan Seorang Guru
Peran guru sangatlah penting untuk perkembangan mental seorang siswa. Guru juga perlu memberikan motivasi kepada siswanya agar bisa berkembang baik dari segi mental, akademis maupun non-akademis.
Kamis, 22 Agustus 2013
Kontroversi Test Keperawanan
hey guys , aku pengen sedikit mengulas tentang trending topik beberapa hari belakangan ini.
2 hari yang lalu, aku iseng baca berita di yahoo dan disitu ada beberapa berita yang membuat aku penasaran, topiknya tentang test keperawanan. Oke mungkin topik ini agak sedikit saru tapi aku cuma ingin menuangkan pemikiran ku di blog ini.
Menurut berita, test keperawanan ini akan diberlakukan bagi siswa baru yang akan masuk SMA dan sederajatnya, kemungkinan kebijakan ini akan dilaksanakan tahun depan atau tepatnya 2014 tapi semua itu bisa dilakukan sesuai kebijakan masing-masing daerah, karena menurut berita juga test ini dilakukan oleh tiap daerah dan anggarannya akan dimasukkan di RAPBD .
Tadi aku sempat browsing, test keperawanan tidak bisa dilakukan sembarangan, selain melanggar HAM, dokter yang akan melakukan test keperawanan harus mendapat surat ijin dari pihak yang berwajib seperti polisi dan harus mendapat persetujuan dari orang tua dan perempuan yang akan melakukan test keperawanan.
Coba deh sekarang pikir, kalau anggarannya dimasukkan di RAPBD, berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk melakukan test keperawanan?? Tentunya gak sedikit dong. Apa sih yang akan dilakukan sekolah setelah melakukan test keperawanan?? Kalau seandainya calon siswa itu sudah tidak perawan, apakah tidak diperbolehkan untuk bersekolah disitu?? Gak bisa gitu dong, itu namanya melanggar HAM untuk mendapat pendidikan. Ada lagi, terus gimana dengan perempuan yang mendapatkan pelecehan seksual tapi mereka tidak memiliki surat keterangan dokter dan polisi?? Tentu mereke juga akan dirugikan kalau seandainya kebijakan sekolah tidak memperbolehkan siswi yang tidak perawan untuk bersekolah.
Semenjak hal ini menjadi trending topik, banyak yang tidak setuju dengan test ini dan tidak sedikit pula yang setuju.
Bagi orang-orang yang gak setuju, mereka beranggapan bahwa hal itu melanggar HAM , melanggar privasi dan terlalu membedakan antara laki-laki dan perempuan atau yang lebih dikenal dengan sebutan deskriminasi.
Bagi orang-orang yang setuju, hal ini bisa menumbuhkan sikap malu atas perbuatan seseorang dan bisa menekan tindak prostitusi di kalangan pelajar.
Well then, memang setiap hal baik hal kecil maupun hal besar, itu akan menimbulkan pro dan kontra. Semua kembali ke individu masing-masing, kalian akan setuju atau tidak dengan kebijakan pemerintah yang satu ini.
aku rasa ini cukup, semoga postingan ini dapat membuka wawasan kalian and see you in my next post ... :)
2 hari yang lalu, aku iseng baca berita di yahoo dan disitu ada beberapa berita yang membuat aku penasaran, topiknya tentang test keperawanan. Oke mungkin topik ini agak sedikit saru tapi aku cuma ingin menuangkan pemikiran ku di blog ini.
Menurut berita, test keperawanan ini akan diberlakukan bagi siswa baru yang akan masuk SMA dan sederajatnya, kemungkinan kebijakan ini akan dilaksanakan tahun depan atau tepatnya 2014 tapi semua itu bisa dilakukan sesuai kebijakan masing-masing daerah, karena menurut berita juga test ini dilakukan oleh tiap daerah dan anggarannya akan dimasukkan di RAPBD .
Tadi aku sempat browsing, test keperawanan tidak bisa dilakukan sembarangan, selain melanggar HAM, dokter yang akan melakukan test keperawanan harus mendapat surat ijin dari pihak yang berwajib seperti polisi dan harus mendapat persetujuan dari orang tua dan perempuan yang akan melakukan test keperawanan.
Coba deh sekarang pikir, kalau anggarannya dimasukkan di RAPBD, berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk melakukan test keperawanan?? Tentunya gak sedikit dong. Apa sih yang akan dilakukan sekolah setelah melakukan test keperawanan?? Kalau seandainya calon siswa itu sudah tidak perawan, apakah tidak diperbolehkan untuk bersekolah disitu?? Gak bisa gitu dong, itu namanya melanggar HAM untuk mendapat pendidikan. Ada lagi, terus gimana dengan perempuan yang mendapatkan pelecehan seksual tapi mereka tidak memiliki surat keterangan dokter dan polisi?? Tentu mereke juga akan dirugikan kalau seandainya kebijakan sekolah tidak memperbolehkan siswi yang tidak perawan untuk bersekolah.
Semenjak hal ini menjadi trending topik, banyak yang tidak setuju dengan test ini dan tidak sedikit pula yang setuju.
Bagi orang-orang yang gak setuju, mereka beranggapan bahwa hal itu melanggar HAM , melanggar privasi dan terlalu membedakan antara laki-laki dan perempuan atau yang lebih dikenal dengan sebutan deskriminasi.
Bagi orang-orang yang setuju, hal ini bisa menumbuhkan sikap malu atas perbuatan seseorang dan bisa menekan tindak prostitusi di kalangan pelajar.
Well then, memang setiap hal baik hal kecil maupun hal besar, itu akan menimbulkan pro dan kontra. Semua kembali ke individu masing-masing, kalian akan setuju atau tidak dengan kebijakan pemerintah yang satu ini.
aku rasa ini cukup, semoga postingan ini dapat membuka wawasan kalian and see you in my next post ... :)
Langganan:
Postingan (Atom)